Rabu, 30 November 2011

FORMULA PERNIKAHAN

“Pernikahan adalah suatu Pengabdian total”
Bukan hanya sebagian tetapi semuanya dan bukan untuk waktu yang pendek melainkan selama hidup itu masih diberikan Tuhan.

• Pengabdian untuk mengasihi
Seringkali oleh karena berbagai macam peristiwa yang terjadi perasaan dan emosi untuk mengasihi itu lenyap, pada saat itulah kita harus tetap mengasihi bukan dengan emosi atau perasaan lagi melainkan dengan kehendak, sampai emosi dan perasaan kasih itu kembali. Begitulah kita belajar untuk setia.

• Pengabdian untuk bebas dari masa lalu
Berbuat kesalahan, beda pendapat, salah paham dan perselisihan adalah bagian dari kehidupan pernikahan, setiap kali hal itu terjadi kita harus dapat menyelesaikannya dan kemudian tidak mengingatnya lagi. Banyak pernikahan hancur oleh karena kenangan pahit masa lalu yang tersimpan dan menjadi sakit hati.

• Pengabdian untuk berubah
Diri kita belum sempurna, begitu juga pasangan kita. Jika kita melakukan kesalahan dan kemudian menyadarinya, maka kerelaaan kita untuk berubah adalah bentuk nyata kasih kita kepada pasangan kita. Ingin menang sendiri adalah bentuk dari kesombongan dan awal dari sebuah kehancuran.

• Pengabdian untuk mengerti dirimu sendiri
Mengerti orang lain adalah perkara yang sulit, namun lebih sulit lagi untuk mengerti diri sendiri. Masuk dalam pernikahan akan membuat kita sadar bahwa ada banyak hal yang belum kita mengerti dari diri kita sendiri. Pasangan kita akan membantu kita untuk mengerti diri kita sendiri.

• Pengabdian untuk mendengar
Seringkali kita berbicara lebih banyak daripada mendengar pasangan kita, terlebih didalam permasalahan keluarga. Itulah sebabnya kita kurang mengenali pasangan hidup kita dan tidak dapat bersatu hati didalam menghadapi tantangan hidup.

• Pengabdian untuk berkomunikasi
Setiap permasalahan yang terjadi adalah persoalan bersama dan harus dihadapi bersama. Tidak dapat kita katakan bahwa itu adalah persoalan pasangan kita atau bukan persoalan pasangan kita, itulah sebabnya komunikasi yang baik adalaha kunci keharmonisan dalam sebuah pernikahan.

• Pengabdian untuk mengambil keputusan bijaksana
Banyak kali suatu keputusan yang diambil dalam keadaan emosi justru berakibat menghancurkan, oleh sebab itu didalam menghadapi berbagai macam persoalan keluarga kita harus mengambil keputusan bijaksana dengan hati yang dingin dan dengan bantuan pasangan hidup kita.

• Pengabdian untuk menyelesaikan konflik
Didalam kehidupan suami istri sesekali terjadi konflik, di sinilah kita harus belajar untuk menyelesaikan konflik yang ada secara tuntas dan ini membutuhkan niatan yang baik dari kedua belah pihak. Konflik yang tidak terselesaikan dengan tuntas akan membuat banyak masalah dikemudian hari.

• Pengabdian untuk menguasai kemarahan
Janganlah kita hancur oleh karena kemarahan, apapun yang terjadi kita harus menguasai dan mengendalikan kemarahan. Baiknya kita memberi batasan kepada kemarahan kita yaitu sampai matahari terbenam, artinya tidak memberi kesempatan untuk marah dalam jangka waktu yang lama. Seseorang yang tidak bisa marah adalah orang yang bodoh, tetapi seorang yang tidak mau marah adalah orang yang bijaksana.

• Pengabdian untuk mengampuni dan berdoa bersama
Pengampunan adalah prinsip hidup yang harus diutamakan, makin banyak waktu yang kita berikan untuk bergaul dengan seseorang makin besarlah kemungkinan terjadi nya perselisihan. Demikian juga dalam pernikahan, saling mengampuni dan berdoa adalah kunci hidup pernikahan yang langgeng.

• Pengabdian untuk bersekutu dengan Tuhan
Akan berjalankah dua orang bersama-sama jika mereka belum bersehati? Bersekutu bersama adalah kunci kebersamaan dan kesehatian. Persekutuan yang dapat bertahan lama untuk jangka waktu yang tidak ada batasnya adalah ketika kita melibatkan Tuhan dalam kehidupan pernikahan kita sehari-harinya.

• Pengabdian untuk mengevaluasi pengharapan-pengharapan
Setelah pernikahan, seringkali kenyataan yang ada tidak sesuai dengan pengharapan atau impian-impian kita. Untuk tidak menyesali segala sesuatu yang terjadi dibutuhkan kedewasaan sikap untuk dapat mengevaluasi pengharapan-pengharapan yang pernah dibuat dan untuk diperbaiki bersama.

• Pengabdian untuk mengembangkan sasaran
Sejalan dengan hidup dalam pernikahan, kita seringkali mengalami dan menghadapi perubahan dari segala sesuatu yang ada di sekitar kita, oleh sebab itu kita perlu untuk mengembangkan secara hidup kita bersama seturut dengan perubahan jaman.

• Pengabdian untuk melayani
Melalui pernikahan kita belajar untuk hidup bagi orang lain, bukan lagi bagi diri kita pribadi dan ini bukanlah suatu hal yang mudah, oleh sebab itu kita perlu untuk membuat suatu pengabdian untuk saling melayani. Kasih adalah solusi yang akan menolong dan memberi kemampuan kepada kita untuk mengerti kebutuhan orang yang kita cintai.

• Pengabdian untuk membina hubungan baik dengan keluarga
Membina hubungan baik tidak hanya perlu dengan pasangan kita saja namun juga dengan keluarga pasangan kita sebab dari merekalah pasangan hidup kita dan dengan berbuat begitu kita menyatakan kasih kita sebagai ucapan syukur kita kepada Tuhan yang telah memberikan kepada kita pasangan hidup.

• Pengabdian bersama untuk melayani Tuhan
Inilah tujuan hidup yang sebenarnya di dalam pernikahan adalah agar kita dapat bersama-sama melayani Tuhan, saling tolong menolong, saling menopang dan bekerja sama menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang Tuhan berikan kepada masing-masing kita selama hidup masih diberikan Tuhan kepada kita selama ada di dunia ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar