Kamis, 26 Januari 2012

Apa Yang Merupakan Kesepian ?


Kesepian tidak sama dengan Kesunyian :
Kesunyian adalah isolasi fisik yang mungkin baik bagi kita. Yesus pergi menyendiri untuk merenung dan berdoa. Suatu kali, Rasul Paulus pergi meninggalkan teman-temannya, sehingga ia bisa merenung saat mereka sedang berlayar. Ia menginginkan kesunyian. Ia ingin sendirian.

Dalam kehidupan, saya menyadari bahwa setiap hari saya harus pergi menyendiri untuk berpikir, merenung, dan berdoa. Batin saya perlu "dibersihkan". Firman Tuhan memberi tahu kita bahwa kadang-kadang kita perlu sendiri bersama Tuhan, untuk berpikir, merenungkan Firman-Nya, dan berdoa.

Kita harus tahu bahwa kesepian tidak sama dengan sendirian, dan kita semua pasti pernah merasa sendirian. Namun, merasa sendirian tidak begitu menyakitkan seperti kesepian. Sebagai contoh, sering dalam perjalanan, ketika saya berada jauh dari keluarga, saya merasa sendirian untuk sementara waktu. Akan tetapi, saya tahu hal itu akan berakhir. Saya akan segera naik pesawat terbang, mobil, kereta api, dan pulang ke rumah.

Kadang kala, kita memiliki perasaan merana. Merana adalah kesendirian ditambah pengalaman dukacita dan kesedihan. Sering kali kita merasa merana karena kehilangan orang yang kita cintai. Kita tahu bahwa kita tidak akan bertemu lagi dengan orang itu sampai kita semua berada di surga, asal ia sudah lahir baru di dalam Yesus Kristus.

Apa Itu Kesepian :
Kesepian adalah suatu perasaan terasing dan terisolasi, tidak diinginkan, tidak dibutuhkan, dan tidak penting. Meskipun orang yang kesepian bisa tersenyum atau mengatakan bahwa mereka baik-baik saja, tetapi di dalam hatinya mereka terluka. Orang yang merasa kesepian juga sering berpikir tentang bunuh diri, karena mereka tidak dapat merasakan sukacita seperti yang dirasakan/datang dengan mudah kepada orang lain.

Menurut saya, kesepian adalah kekurangan gizi pada jiwa, yang berasal dari hidup yang tergantung pada hal-hal yang kurang berarti.

(Baca : Yesaya 55:1-2). 
55:1 Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran!
55:2 Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.
 
Banyak orang yang memberi makan jiwa mereka dengan hal-hal yang kurang berarti. Mereka berpendapat jika seseorang memiliki pekerjaan, uang, dan makanan, maka orang tersebut akan dipuaskan. Nabi Yesaya mengatakan, "Kamu membelanjakan uangmu, tetapi kamu tidak membeli roti. Kamu bekerja keras tetapi pekerjaanmu tidak membuatmu puas. Ya, kamu memberi makan tubuh dan kantongmu, tetapi jiwamu sedang kelaparan dan kekurangan. Kamu sedang menggantungkan hidupmu pada hal-hal yang kurang berarti!"

Kesepian adalah kekurangan gizi pada jiwa akibat hidup dengan hal-hal yang kurang berarti. Dan yang lebih menyedihkan, banyak orang yang puas dengan pengganti. Mereka puas dengan hiburan, saat Tuhan menawarkan sukacita kepada mereka. Mereka puas dengan meminum obat tidur, saat Tuhan menawarkan kedamaian kepada mereka. Mereka puas dengan harga, saat Tuhan menawarkan nilai kepada mereka. Mereka puas dengan kesenangan, saat Tuhan menawarkan hidup yang berkelimpahan kepada mereka. Mereka puas dengan memainkan peranan di dalam masyarakat, saat Tuhan ingin menjadikan mereka sebagai anak-anak-Nya yang unik. Tuhan menawarkan mereka sesuatu yang berharga dan memuaskan yang jiwa. Ia menawarkannya "tanpa uang pembeli dan bayaran". Itu adalah kasih karunia Tuhan yang begitu besar dan tak terbatas.

Penyebab Kesepian :
Apa yang menyebabkan kesepian? Para sosiolog, psikolog, dan ahli medis telah mempelajari masalah kesepian selama bertahun-tahun. Para spesialis ini tidak selalu sepaham, namun mereka telah mencapai suatu kesimpulan perihal faktor-faktor penyebab kesepian.

1. Penyebab Sosial

Mobilitas kehidupan modern menyebabkan banyak orang tidak bertumbuh dengan baik dalam hal kerohanian. Mereka memunyai banyak kenalan, tetapi jarang memiliki persahabatan yang dalam dan tahan lama. Sebagai contoh, di Amerika, rata-rata 20 persen dari populasi berpindah setiap tahunnya. Ini berarti mereka harus beradaptasi dengan lingkungan baru, teman baru, tempat ibadah baru, dll.. Orang-orang yang tidak dapat memupuk persahabatan baru dengan cepat di tempat yang baru, biasanya membayar harga mobilitas tersebut dengan kesepian.

Persaingan hidup juga turut menyebabkan kesepian. Kita sibuk mencapai dan menomorsatukan kesuksesan. Kompetisi hidup tidak mendorong orang lain mendekati kita, tetapi menjauhi kita. Selain itu, sebagian orang merasa kesepian karena takut bahaya yang muncul baik di kota besar maupun kota kecil. Orang-orang yang sudah lanjut usia takut diserang penyakit. Orang-orang yang tinggal di perumahan memasang kunci dobel dan takut berbicara dengan orang asing. Dalam hal ini mereka tidak dapat disalahkan.

Untuk dapat memahami mengapa begitu banyak orang kesepian, Anda dapat menyatukan mobilitas dan persaingan dalam kehidupan modern, dengan rasa takut dan fakta bahwa kita hidup di dalam masyarakat yang sangat acuh tak acuh.

2. Penyebab Psikologis

Orang-orang yang kesepian sering kali memunyai karakteristik yang hampir sama. Salah satu contoh, mereka mudah terluka dan luka mereka tidak mudah sembuh dengan cepat. Suatu kali, mereka pernah sangat terluka dan hal ini menyebabkan mereka tetap menjaga jarak. Mereka mungkin pernah diremehkan oleh seorang karyawan yang berpotensi atau ditolak oleh teman atau orang yang penting dalam hidup mereka. Apa pun keadaannya, batin mereka terluka. Mereka takut disakiti lagi, sehingga mereka menarik diri ke dalam kerang perlindungannya. Mereka membawa luka-luka batin yang bernanah sampai mereka mengalami pembasuhan oleh kasih karunia Tuhan.

Orang yang kesepian tidak hanya orang yang disakiti orang lain; kadang-kadang mereka merupakan orang-orang yang menyimpan rasa bersalah. Mereka mungkin memunyai nurani yang tercemar, atau mungkin membawa penyesalan dari kesalahan dan dosa masa lalu. Mereka mungkin pernah melakukan dosa, dan noda-noda tersebut masih tertinggal di dirinya.

Orang-orang yang kesepian sering kali merupakan orang-orang yang rapuh. Kita harus memiliki rasa aman di dalam diri sendiri, agar dapat menjangkau dan berbagi dengan mereka. Anda harus tahu di mana Anda berdiri dan siapa Anda, dan apa yang mampu Anda lakukan untuk bisa menerima orang lain dan membina persahabatan. Bagi kebanyakan orang, bertemu orang lain adalah suatu hal yang menyenangkan; tetapi bagi orang yang kesepian, bertemu orang lain merupakan sebuah ancaman. Anda tidak bisa membangun hubungan di atas fondasi yang tidak kukuh.

Orang yang kesepian terkadang membingungkan. Mereka tidak yakin dengan diri mereka sendiri, ke mana mereka pergi, atau mengapa mereka ada di sini. Itulah sebabnya, mengenal Kristus membuat kita mulai berjalan menuju penggenapan, karena ketika Anda mengenal Tuhan, Anda tahu dari mana Anda berasal, siapa diri Anda, dan apa yang Tuhan kehendaki bagi Anda.

Kadang-kadang, orang yang kesepian adalah orang yang egois. Hidup mereka dikendalikan oleh perasaan mengasihani diri sendiri dan cemburu dengan orang lain yang memiliki lebih dari apa yang dapat mereka miliki dan lakukan. Bukannya mengucap syukur untuk apa yang sudah mereka miliki, mereka duduk di sekeliling perasaan mengasihani diri sendiri karena apa yang tidak mereka miliki.

3. Penyebab Rohani

Salah satu akar penyebab kesepian adalah masalah rohani. Hubungan spiritual merupakan hubungan yang paling penting dalam hidup ini.
Hidup dibangun atas dasar hubungan-hubungan Anda dengan diri sendiri, orang lain, alam sekitar, dan terutama dengan Tuhan. Mampu mengenali, menerima, dan menjadi diri sendiri, memampukan Anda untuk berhubungan dengan orang lain. Ketika hubungan kita dengan Tuhan, diri sendiri, dan orang lain berjalan sebagaimana mestinya, kesepian bukanlah suatu masalah. Ketika kita meninggalkan Tuhan di luar kehidupan atau tidak menaati-Nya dengan sengaja, kita membuka jalan masuk bagi kesepian.


Obat bagi Kesepian :

Adakah obat bagi kesepian? Ada! Kita tidak dapat mengubah masyarakat dan memaksa orang lain untuk berubah dengan mudah. Sebagian orang yang kesepian mungkin membutuhkan konseling Kristen profesional. Jika kesepian Anda mendekati depresi dan kehancuran, berarti Anda harus mendapatkan pertolongan dari seorang konselor Kristen yang berkompeten. Namun, orang yang kesepian dapat mulai mengalami kesembuhan batin dengan memercayai Yesus Kristus. Ia dapat memperbaiki hubungan yang hancur dengan Tuhan, diri kita sendiri, ciptaan lainnya, dan orang lain. Yesus Kristus dapat menolong kita untuk mengenali, menerima, dan menjadi diri sendiri. Hanya Yesus Kristus yang mampu membersihkan kita dari rasa bersalah akibat dosa dan memberi kita masa depan yang menyenangkan. Hanya Dia yang mampu membuat kita menjadi ciptaan baru, dan memberi kita kekuatan batin untuk menghadapi kehidupan dan mengatasi hambatan-hambatannya.

Selain karena masalah sosial, kesepian pada dasarnya adalah masalah hati. Apa yang dilakukan kehidupan terhadap kita, kebanyakan tergantung pada apa yang ditemukan kehidupan di dalam diri kita. Inti dari setiap masalah adalah masalah hati. Itulah sebabnya Yesus berkata, "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." (Matius 11:28) 
Yesus Kristus ingin masuk ke dalam hidup Anda, mengenal Anda, dan Ia juga ingin Anda mengenal-Nya. Ia ingin menyucikan Anda dan menjadikan Anda ciptaan baru. Anda dan Dia dapat bersama-sama memecahkan masalah-masalah yang selama ini menyebabkan kesepian di dalam hidup Anda.


Yesus Kristus adalah satu-satunya yang dapat memberi Anda hidup kekal. Itulah sebabnya Ia datang dan hidup di dunia, mati, dan hari ini hidup sebagai Juru Selamat, Tuhan, dan Sahabat Anda.
"Tuhan adalah Gembalaku, takkan kekurangan aku" (Mazmur 23:1).

Jumat, 20 Januari 2012

KESEPIAN ?


Tuhan menciptakan kita sebagai makhluk sosial, karenanya kita tidak ingin merasa kesepian. Akan tetapi, di balik meningkatnya jumlah populasi dunia, justru ada banyak orang yang merasa kesepian.

Pernahkah Anda merasa kesepian ?
Atau pernahkan Anda mencoba menolong seseorang yang merasa kesepian? Kesepian bukanlah masalah baru. Kesepian sudah ada sejak lama.

Pemazmur dalam Mazmur 102:2-8 pun pernah mengalaminya :
102:2 TUHAN, dengarkanlah doaku, dan biarlah teriakku minta tolong sampai kepada-Mu.
102:3 Janganlah sembunyikan wajah-Mu terhadap aku pada hari aku tersesak. Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku; pada hari aku berseru, segeralah menjawab aku!
102:4 Sebab hari-hariku habis seperti asap, tulang-tulangku membara seperti perapian.
102:5 Hatiku terpukul dan layu seperti rumput, sehingga aku lupa makan rotiku.
102:6 Oleh sebab keluhanku yang nyaring, aku tinggal tulang-belulang.
102:7 Aku sudah menyerupai burung undan di padang gurun, sudah menjadi seperti burung ponggok pada reruntuhan.
102:8 Aku tak bisa tidur dan sudah menjadi seperti burung terpencil di atas sotoh.

Dalam dunia yang sudah mengalami ledakan populasi ini, kelihatannya aneh jika kesepian merupakan salah satu masalah terbesar. Saat ini, kesepian memang menjadi masalah serius, yang mau tidak mau harus diperhatikan.

Akibat Dari Kesepian :

1. Kesepian Berakibat Buruk Pada Fisik.
Sebuah survei melaporkan bahwa lebih dari 50 persen kasus pasien berpenyakit jantung, bersumber dari kesepian dan depresi.
Mereka mengaku bahwa mereka merasa kesepian dan depresi sebelum terkena serangan jantung. Sebagian besar penelitian bahkan mengindikasikan adanya hubungan antara kesepian dan beberapa jenis kanker.

2. Kesepian Memiliki Akibat Emosional.
Sebuah studi menemukan bahwa 80 persen pasien psikiatri mengatakan bahwa mereka mencari pertolongan karena merasa kesepian.
Kesepian dapat menyebabkan orang-orang menjadi gelisah, makan berlebihan, mabuk-mabukan, dan menderita insomnia. 
Setengah juta orang di Amerika mencoba bunuh diri setiap tahunnya, dan banyak dari percobaan ini berkaitan dengan masalah kesepian. Orang merasa kesepian dari hari ke hari, kemudian memutuskan untuk menghancurkan diri mereka sendiri.
Di Pusat Pencegahan Bunuh Diri di Los Angeles, California, banyak remaja yang diwawancarai mengaku bahwa percobaan bunuh diri yang mereka lakukan, berawal dari adanya rasa kesepian.

Tuhan tidak menciptakan kita untuk sendirian,
Kita diciptakan untuk memiliki hubungan dengan-Nya dan dengan orang-orang di sekitar kita. Ia menciptakan kita untuk menikmati kehidupan yang penuh daya cipta, menjadi orang yang bertumbuh, dan menikmati kekayaan yang disediakan-Nya. Karena itu, sungguh menyedihkan bila orang merasa kesepian dan gagal memperoleh semua yang Tuhan inginkan untuk mereka peroleh dalam hidup mereka.

Definisi Kesepian :
Mungkin lebih mudah untuk merasakan kesepian daripada menjelaskannya. Orang-orang profesional memiliki definisi klinis tersendiri dan orang-orang awam memiliki gagasan tersendiri; tetapi ada baiknya kita membaca buku-buku psikologis atau menyelidiki hati kita sendiri untuk mendefinisikannya. Kesepian bukanlah sesuatu untuk dijadikan bahan gurauan atau untuk diabaikan.

Kesepian Berarti :
Anda tetap merasa seorang diri saja, di saat Anda dikelilingi berbagai jenis orang, dan sebagian dari mereka bahkan mungkin ingin bertemu dan mengobrol dengan Anda.
Kesepian berarti, merasa terasing secara emosional di tengah-tengah keramaian, merasa tidak diinginkan dan tidak dibutuhkan. Orang-orang yang kesepian, berada di suatu tempat dan secara otomatis membangun tembok bukannya jembatan, serta melangkah mundur ketika orang lain melangkah maju untuk menyapa mereka.
Orang-orang yang kesepian menghadapi hari-hari mereka seolah-olah tidak ada tujuan hidup. Tidak ada lagi seorang pun yang benar-benar peduli. Kesepian menggerogoti batin seseorang secara perlahan-lahan, sampai seluruh kekuatan emosional menjadi lemah dan harapan hancur.

Kejadian 2:18, 21-22  TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." ...Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.

Setiap orang yg merasa kesepian harus berani mengambil keputusan: "Apakah saya mau membayar harga untuk mengubah situasi kehidupan saya ini?

Minggu, 04 Desember 2011

Akibat Dosa Dalam Berpacaran


Pembacaan Ayat : Mazmur 119:9 
Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.

Dewasa ini, pemberitaan tentang kemerosotan moralitas para pemuda semakin gencar dibicarakan khalayak umum. Dari gaya bicaranya, gaya hidupnya yang glamour, kekerasannya, menjadi seorang penipu, dan kebebasan seksualitasnya. 
Semua itu mencerminkan kelemahan mentalitas kaum muda yang kurang sekali menghargai dirinya sendiri. Akan dibawa kemanakah jika seorang muda memiliki mental seperti di atas? Apakah yang menyebabkan hal itu terjadi? Siapakah yang bertanggung jawab? Dan bagaimanakah seharusnya kaum muda dapat mempertahankan kesucian hidupnya?

Dalam dosa berpacaran persetubuhan pertama yang disertai dengan perasaan berdosa ini biasanya sangat mengecewakan. Mungkin mereka melakukannya dengan tidak bebas, takut dilihat orang, dan disertai dengan rasa bersalah. Semestinya hubungan seks itu dilakukan dengan santai untuk dinikmati, karena seks adalah ciptaan Allah yang harus dilakukan dengan kesucian dan kemurnian hati.

Ada 2 akibat dari dosa tersebut, yaitu:

A. Akibat Langsung bagi si Gadis

Peristiwa pertama disertai dengan rasa sakit, bukan hanya takut, cemas, atau rasa berdosa. Bagi seorang istri yang ingin sungguh-sungguh menikmati seks, biasanya ada waktu untuk penyesuaian. Si Gadis yang kini sudah tidak perawan lagi itu pulang dengan rasa takut, cemas, mungkin menangis dan mulai membenci pacarnya. Sebelumnya, pacarnya dianggap sebagai pria idamannya, namun sekarang semua telah berubah. Gambaran di atas menggambarkan perubahan perasaannya. Sebelum dosa persetubuhan dilakukan, ia sangat mencintai pacarnya - meskipun sebagian besar dengan cinta eros. Setelah perbuatan dosa itu, cintanya berkurang - bahkan mulai membenci - atau menjadi lebih banyak bencinya daripada cinta yang semula. 

Apa yang digambarkan di novel-novel murahan dan tidak realistis itu justru menceritakan cintanya pada pacarnya akan menjadi menggebu-gebu. Perubahan ini juga bisa dialami oleh pria. Alkitab sebagai buku yang realistis menggambarkan hal ini juga (tidak berarti si Pria meninggalkan si Gadis karena muak dan benci, karena hal itu mutlak akan terjadi). Ada di dalam kitab 2 Samuel 13:1-17.


B. Akibat Jangka Panjang

Ada dua kemungkinan kelanjutan dari perbuatan dosa itu, yaitu:

1. Hubungan mereka putus.
Karena kehilangan penghargaan dan timbul kebencian terhadap pacar, kemungkinan hubungan mereka akan putus. Kemungkinan ini lebih besar lagi apabila mereka masih remaja. Lalu, jika hubungan itu putus, siapa yang akan rugi besar? Tentunya si Gadis. Dan si Pria merasa untung, pergi tertawa dan bersiul-siul mencari teman baru. Kalaupun ia menyesal dan tidak tertawa-tawa, tidak ada 'bekas' padanya secara fisik yang merugikan hubungannya dengan teman wanitanya yang lain.

2. Hubungan yang dilanjutkan sampai menikah.
Perbuatan dosa pada masa lalu ini akan sangat merugikan si Gadis dan hubungannya dengan pria lain di masa nanti. Maka timbullah pertanyaan, "Apakah ia harus memberitahu kepada calon suaminya?" Memang pada abad ke-20 ini, pria-pria kita masih mengikuti standar ganda masyarakat. Harga diri pria memang rapuh, mudah retak. Ia perlu yang terbaik. Pikirannya kelak akan dihantui bahwa istrinya 'bekas' orang lain. Memang agak kekanak-kanakkan, tapi banyak pria yang tidak dapat melupakan hal itu.

Sungguh-sungguh memerlukan seorang yang benar-benar dewasa kepribadiannya untuk mengatasi shock dan kecewanya. Perlu juga pria yang rela mengampuni dan dapat melupakan masa lalu tunangannya. Jika sang Pria, tidak dengan kedewasaan Kristus, menerima si gadis 'bekas' namun tetap memaksakan diri untuk menikahinya (entah karena ia cantik, kaya, penting untuk karirnya, atau gengsi - 'Bukankah saya orang Kristen, jadi harus menerimanya?'), akibatnya akan tampak setelah mereka menikah. Ia tidak akan menghargai dan memiliki respek terhadap istrinya. Ia akan menggunakan masa lampau istrinya sebagai senjata untuk 'mengalahkan' istrinya.

Lebih baik tidak usah menikah, daripada menikah tapi tidak dihargai. Pernikahan seperti ini kemungkinan besar akan diracuni oleh perbuatan dosa masa lalu itu. Akibatnya mereka tidak saling mempercayai secara penuh dan ada rasa cemburu. Apabila mereka bertengkar, dosa masa lampau itu juga akan mewarnai dan mempertajam perselisihan itu.

Dalam situasi pernikahan yang parah seperti ini, mereka sangat memerlukan konseling yang dalam. Mereka patut meminta ampun untuk dosa-dosa mereka kepada ALLAH dan pada partnernya. Mereka perlu saling mengampuni, melupakan dosa itu dan menerimanya partnernya sebagaimana adanya. Mereka membutuhkan kasih Ilahi yang dewasa. Tentunya tidak semua pernikahan yang dimulai dengan dosa persetubuhan sebelum menikah berakhir seperti ini, tapi sangat lebih baik mencegah hal-hal tersebut di atas, supaya muda-mudi itu memasuki pernikahan dengan hati yang cerah dan kasih yang tidak dicemari ketidakpercayaan dan perasaan suci.

Kamis, 01 Desember 2011

Merekatkan Kembali Kehidupan Yang Hancur


Bacaan Ayat : Yesaya 57:15
Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: "Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.

Banyak dari kita yang bertumbuh dari keluarga yang hancur. 
Jika ingin jujur, maka kita akan mengakui pernah mengalami pelecehan atau tertolak – dan mereka tidak ingin memperlakukan anak mereka dengan cara mereka pernah diperlakukan. Meraka adalah orang yang berpikir, “Pokoknya, jangan pernah melakukannya.” Namun lebih mudah mengatakannya daripada melakukannya. Mereka yang pernah mengalami pelecehan atau penolakan dari keluarganya, biasanya terjerat dalam masa lalunya dan melakukan hal yang sama kepada anggota keluarganya.

Jika Anda merasa bahwa Anda adalah salah satunya, 
Ada sebuah cara untuk menghancurkan rantai siklus ini. Hal ini bermula dan di akhiri dengan kasih. Jika dulu Anda merasa tidak pernah dikasihi, dan masih mempertanyakan apakah istri, suami atau bahkan orangtua Anda mengasihi Anda, maka datanglah pada Tuhan. Kasih-Nya yang tanpa syarat itu akan berkata, “Aku mengasihi kamu.”

Jika diri Anda tidak dipenuhi dengan kasih Allah terlebih dahulu, 
Maka Anda tidak bisa mengasihi keluarga Anda dan orang lain. Ijinkanlah Tuhan untuk memulihkan Anda dengan kasih-Nya. Pelan, namun pasti, Anda akan melihat perubahan dalam sikap Anda. Renungkan kesabaran dan kasih Tuhan dalam hidup Anda, secara berlahan karakter Tuhan ini akan mengalir dalam hidup Anda, kasih Tuhan akan mengalir dari hidup Anda kepada anggota keluarga Anda dan juga orang-orang di sekitar Anda.

Diluar sana banyak kehidupan yang hancur, tetapi kasih Tuhan dapat merekatkannya dan memulihkan kehidupan mereka.

Rabu, 30 November 2011

FORMULA PERNIKAHAN

“Pernikahan adalah suatu Pengabdian total”
Bukan hanya sebagian tetapi semuanya dan bukan untuk waktu yang pendek melainkan selama hidup itu masih diberikan Tuhan.

• Pengabdian untuk mengasihi
Seringkali oleh karena berbagai macam peristiwa yang terjadi perasaan dan emosi untuk mengasihi itu lenyap, pada saat itulah kita harus tetap mengasihi bukan dengan emosi atau perasaan lagi melainkan dengan kehendak, sampai emosi dan perasaan kasih itu kembali. Begitulah kita belajar untuk setia.

• Pengabdian untuk bebas dari masa lalu
Berbuat kesalahan, beda pendapat, salah paham dan perselisihan adalah bagian dari kehidupan pernikahan, setiap kali hal itu terjadi kita harus dapat menyelesaikannya dan kemudian tidak mengingatnya lagi. Banyak pernikahan hancur oleh karena kenangan pahit masa lalu yang tersimpan dan menjadi sakit hati.

• Pengabdian untuk berubah
Diri kita belum sempurna, begitu juga pasangan kita. Jika kita melakukan kesalahan dan kemudian menyadarinya, maka kerelaaan kita untuk berubah adalah bentuk nyata kasih kita kepada pasangan kita. Ingin menang sendiri adalah bentuk dari kesombongan dan awal dari sebuah kehancuran.

• Pengabdian untuk mengerti dirimu sendiri
Mengerti orang lain adalah perkara yang sulit, namun lebih sulit lagi untuk mengerti diri sendiri. Masuk dalam pernikahan akan membuat kita sadar bahwa ada banyak hal yang belum kita mengerti dari diri kita sendiri. Pasangan kita akan membantu kita untuk mengerti diri kita sendiri.

• Pengabdian untuk mendengar
Seringkali kita berbicara lebih banyak daripada mendengar pasangan kita, terlebih didalam permasalahan keluarga. Itulah sebabnya kita kurang mengenali pasangan hidup kita dan tidak dapat bersatu hati didalam menghadapi tantangan hidup.

• Pengabdian untuk berkomunikasi
Setiap permasalahan yang terjadi adalah persoalan bersama dan harus dihadapi bersama. Tidak dapat kita katakan bahwa itu adalah persoalan pasangan kita atau bukan persoalan pasangan kita, itulah sebabnya komunikasi yang baik adalaha kunci keharmonisan dalam sebuah pernikahan.

• Pengabdian untuk mengambil keputusan bijaksana
Banyak kali suatu keputusan yang diambil dalam keadaan emosi justru berakibat menghancurkan, oleh sebab itu didalam menghadapi berbagai macam persoalan keluarga kita harus mengambil keputusan bijaksana dengan hati yang dingin dan dengan bantuan pasangan hidup kita.

• Pengabdian untuk menyelesaikan konflik
Didalam kehidupan suami istri sesekali terjadi konflik, di sinilah kita harus belajar untuk menyelesaikan konflik yang ada secara tuntas dan ini membutuhkan niatan yang baik dari kedua belah pihak. Konflik yang tidak terselesaikan dengan tuntas akan membuat banyak masalah dikemudian hari.

• Pengabdian untuk menguasai kemarahan
Janganlah kita hancur oleh karena kemarahan, apapun yang terjadi kita harus menguasai dan mengendalikan kemarahan. Baiknya kita memberi batasan kepada kemarahan kita yaitu sampai matahari terbenam, artinya tidak memberi kesempatan untuk marah dalam jangka waktu yang lama. Seseorang yang tidak bisa marah adalah orang yang bodoh, tetapi seorang yang tidak mau marah adalah orang yang bijaksana.

• Pengabdian untuk mengampuni dan berdoa bersama
Pengampunan adalah prinsip hidup yang harus diutamakan, makin banyak waktu yang kita berikan untuk bergaul dengan seseorang makin besarlah kemungkinan terjadi nya perselisihan. Demikian juga dalam pernikahan, saling mengampuni dan berdoa adalah kunci hidup pernikahan yang langgeng.

• Pengabdian untuk bersekutu dengan Tuhan
Akan berjalankah dua orang bersama-sama jika mereka belum bersehati? Bersekutu bersama adalah kunci kebersamaan dan kesehatian. Persekutuan yang dapat bertahan lama untuk jangka waktu yang tidak ada batasnya adalah ketika kita melibatkan Tuhan dalam kehidupan pernikahan kita sehari-harinya.

• Pengabdian untuk mengevaluasi pengharapan-pengharapan
Setelah pernikahan, seringkali kenyataan yang ada tidak sesuai dengan pengharapan atau impian-impian kita. Untuk tidak menyesali segala sesuatu yang terjadi dibutuhkan kedewasaan sikap untuk dapat mengevaluasi pengharapan-pengharapan yang pernah dibuat dan untuk diperbaiki bersama.

• Pengabdian untuk mengembangkan sasaran
Sejalan dengan hidup dalam pernikahan, kita seringkali mengalami dan menghadapi perubahan dari segala sesuatu yang ada di sekitar kita, oleh sebab itu kita perlu untuk mengembangkan secara hidup kita bersama seturut dengan perubahan jaman.

• Pengabdian untuk melayani
Melalui pernikahan kita belajar untuk hidup bagi orang lain, bukan lagi bagi diri kita pribadi dan ini bukanlah suatu hal yang mudah, oleh sebab itu kita perlu untuk membuat suatu pengabdian untuk saling melayani. Kasih adalah solusi yang akan menolong dan memberi kemampuan kepada kita untuk mengerti kebutuhan orang yang kita cintai.

• Pengabdian untuk membina hubungan baik dengan keluarga
Membina hubungan baik tidak hanya perlu dengan pasangan kita saja namun juga dengan keluarga pasangan kita sebab dari merekalah pasangan hidup kita dan dengan berbuat begitu kita menyatakan kasih kita sebagai ucapan syukur kita kepada Tuhan yang telah memberikan kepada kita pasangan hidup.

• Pengabdian bersama untuk melayani Tuhan
Inilah tujuan hidup yang sebenarnya di dalam pernikahan adalah agar kita dapat bersama-sama melayani Tuhan, saling tolong menolong, saling menopang dan bekerja sama menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang Tuhan berikan kepada masing-masing kita selama hidup masih diberikan Tuhan kepada kita selama ada di dunia ini.

HARUSKAH MENCINTAIMU?

Saudaraku,
Saat-saat ini aku masih berpikir dan menimbang-nimbang, apakah aku harus mencintaimu setulus hatiku? Apa pentingnya mencintaimu? Toh sudah banyak yang memperhatikan dan melayanimu!! Siapakah aku ini sehingga aku tergerak untuk memperhatikanmu juga? Namun, apa yang bisa kuandalkan dalam diriku untuk mencintaimu? Aku tidak memiliki apapun untuk diberikan padamu! Bagaimana aku bisa mencintaimu tapi aku tidak memberi apapun padamu?

Sahabatku,
Sebelum kujawab pertanyaanmu, aku ingin memanggilmu bukan Saudaraku tapi Sahabatku. Aku ingin mengatakan padamu, "Mengapa engkau masih berpikiran, bahwa cinta itu harus memberi apa yang dimilikinya? " Cinta itu bukanlah memberi apa yang engkau miliki secara fisik saja! Cobalah perhatikan, janin dalam kandungan ibunya, anak-anak kecil, sampai remaja, yang masih tergantung kebutuhan hidup pada orang tuanya, bahkan anak anak cacat pun mampu mencintai orang tua dan saudara-saudaranya. Seorang anak dalam rahim ibu mencintai dengan kondisinya yang terbatas, ia mempercayakan pertumbuhan dan berkembangnya tubuh pada keputusan dan tindakan ibu dan ayahnya. Anak itu tidak memiliki "daya untuk membela diri": dia pasrah untuk dirawat dan dibesarkan orang tuanya. Anak yang cacat dan memiliki kebutuhan "khusus" selalu menawarkan kesempatan untuk diperhatikan, disayang, dilayani dan diistimewakan. Hidupnya yang terbatas menciptakan "kesempatan terindah dalam sejarahnya", yakni kesempatan bagi orang lain untuk terlibat dalam kesulitan hidupnya. Tanpa disadari, mereka pun mendewasakan orang yang normal fisik dan jiwanya...untuk tumbuh dan berkembang sebagai pribadi yang mampu mencintai.

Saudaraku,
Setelah mendengarkan penjelasanmu, rasanya "dalam kesempatan" itu tersembunyi "kehendak bebas". Anak-anak yang kecil, remaja, bahkan mereka yang cacat selalu menawarkan kesempatan untuk diperhatikan dan dilayani. "Kesempatan" itu sebuah "ruang" yang membuat orang mampu untuk ambil keputusan. Masalahnya bagaimanakah kita menemukan "kesempatan- kesempatan" itu kalau kita masih takut mengalami kesepian, takut ditinggalkan, masih kuatir dengan masa depan, takut tidak ada sahabat yang menyapa lagi, takut masalah tidak selesai, kuatir tidak lagi punya rejeki dst. Dalam kekuatiran dan bahkan ketakutan, menghambat kita untuk melihat "dunia di luar sekitar kita". Ada banyak orang: anak anak, remaja, orang kecil, orang lemah, orang putus asa, orang lapar, orang tahanan, ...mereka jelaslah menawarkan "kesempatan untuk dilayani". Kesempatan itu akan kita kenal, kalau kita mulai belajar percaya, bahwa hidup ini milik Tuhan. Hidup anak-anak dalam kandungan ibunya, anak balita, remaja, dan anak anak cacat, adalah milik Tuhan. Merekapun secara pribadi , sungguh istimewa dalam hidup Tuhan. Mereka juga adalah citra Allah, tanda kehadiran Tuhan.

Sahabatku,
Kata-katamu meneguhkan aku! Justru karena manusia itu citra Allah, milik Tuhan, dan hidup kita semua milik-Nya, itulah yang menantang dan menggerakkan kehendak bebas kita untuk saling mengasihi, bukan untuk saling menindas.

Saudaraku,
Tanpa disadari, pertanyaanku akhirnya terjawab ya!
Tidak ada keharusan untuk mencintai, tetapi yang ada adalah pilihan untuk "ambil keputusan mencintai dengan kehendak yang sungguh sungguh bebas, bukan terpaksa mencintai".

APA ITU CINTA


Sesuatu yang selalu hadir dalam perasaan yang kita sendiri tidak memahami arti dan dari mana rasa itu berasal. Kita hanya mengikuti kemana arah datang dan perginya tanpa kita sadari kita telah terjebak dalam perasaan itu sendiri, itulah cinta, semua serba tidak terlihat tapi dapat kita rasakan.

Perlu kita ketahui ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan yaitu orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan.
Tapi ingatlah, melepaskan bukan akhir dari dunia, melainkan awal suatu kehidupan baru. Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis, mereka yang tersakiti, mereka yang telah mencari dan mereka yang telah mencoba. Karena merekalah yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka.

CINTA YANG AGUNG :

Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan masih peduli terhadapnya, adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih menunggunya dengan setia,
adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku turut berbahagia untukmu’.

Apabila cinta tidak berhasil bebaskan dirimu biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas lagi. Ingatlah … bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati, kamu tidak perlu mati bersamanya.

Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang, melainkan mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh. Entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan, kamu belajar tentang dirimu sendiri dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada hanyalah penghargaan abadi atas pilihan-pilihanan kehidupan yang telah kau buat.

MENCINTAI :

Bukanlah bagaimana kamu melupakan, melainkan bagaimana kamu memaafkan, bukanlah bagaimana kamu mendengarkan, melainkan bagaimana kamu mengerti, bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa yang kamu rasakan, bukanlah bagaimana kamu melepaskan, melainkan bagaimana kamu bertahan.

Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati, dibandingkan menangis tersedu-sedu. Air mata yang keluar dapat dihapus, sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang.

Dalam urusan cinta, kita sangat jarang menang. Tapi ketika cinta itu tulus, meskipun kalah, kamu tetap menang hanya karena kamu berbahagia dapat mencintai seseorang lebih dari kamu mencintai dirimu sendiri.
Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang bukan karena orang itu berhenti mencintai kita, melainkan karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.
Apabila kamu benar-benar mencintai seseorang, jangan lepaskan dia, jangan percaya bahwa melepaskan selalu berarti kamu benar-benar mencintai.
melainkan berjuanglah demi cintamu.


ITULAH CINTA SEJATI :

Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan daripada berjalan bersama orang ‘yang tersedia’. Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang paling menyakiti hatimu dan kadang kala, teman yang menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari.